Minggu, 06 November 2011

Sosiologi dan Politik


A.      Sosiologi
Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin, yaitu Socius dan Logos. Socius berarti kawan, teman. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang masyarakat. Sedangkan masyarakat itu sendiri adalah sekelompok individu yang mempunyai hubungan, memiliki kepentingan bersama, dan memiliki budaya.
Sosiologi mempelajari masyarakat, perilaku masyarakat, dan perilaku sosial manusia dengan mengamati perilaku kelompok yang dibangunnya. Kelompok tersebut mencakup keluarga, suku bangsa, negara dan berbagai organisasi politik, ekonomi, dan sosial.
Berikut ini adalah pengertian sosiologi menurut beberapa ahli (http://id.wikipedia.org/wiki /Sosiologi):
• Pitirim Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.
• Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.
• Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi
Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.
Menurut pengertian dari berbagai tokoh, dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola hubungan masyarakat serta timbal balik antara gejala-gejala sosial dengan gejala nonsosial.
B.      Politik
Politik adalah suatu proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya negara. Menurut Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.
Selain itu, politik juga dapat dilihat dari sudut pandang yang berbeda, antara lain:
• Politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan Negara.
• Politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat.
• Politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan politik.
C.      Sosiologi Politik
Sosiologi politik mempunyai beberapa pengertian yang dilihat dari sudut berbeda beberapa ahli. Berikut ini adalah beberapa pengertian sosiologi politik:
Sosiologi politik adalah cabang ilmu sosiologi yang memperhatikan sebab dan akibat sosial dari distribusi kekuatan di dalam masyarakat, dan dengan konflik-konflik sosial dan politik yang berakibat pada perubahan terhadap alokasi kekuatan tersebut. Fokus utama dari sosiologi politik adalah deskripsi, analisis, dan penjelasan tentang suatu negara, suatu lembaga yang mengklaim monopoli terhadap legitimasi pengunaan kekuatan terhadap suatu wilayah di masyarakat. Sementara ilmu politik terutama berurusan dengan mesin pemerintahan, mekanisme administrasi publik, dan bidang politik formal pada pemilihan umum, opini publik, dan perilaku politik. Analisis sosiologi terhadap gejala politik lebih menitikberatkan pada hubungan antara politik, struktur sosial, ideology, dan budaya (Gordon Marshall, 1998).
Sosiologi politik adalah upaya untuk memahami dan campur tangan ke dalam hubungan yang selalu berubah antara sosial dan politik. Intinya, ketidakmungkinan dalam sosiologi politik membuat sosiologi politik itu penting.
Keberaadaan suatu kata tidak mengindikasikan keberadaan suatu konsep. Demikian juga, ketiadaan suatu kata tidak mengindikasikan ketiadaan suatu konsep. Karenanya kata “social” mungkin ada tanpa konsep dan sebaliknya. Ini diterapkan ke semua hubungan konsep kata bahwa seseorang yang melakukan sosiologi politik akan menggunakan kata ras, gender, kelas, bangsa, orang, kekuasaan, negara, tekanan, kekerasan, kekuatan, hukum, dan lain-lain.
Hubungan ketergantungan antara kata dan konsep memunculkan masalah definisi. “hanya yang tidak memiliki sejarah yang dapat diuraikan.” Karenanya konsep inti dari sosiologi politik tidak dapat diuraikan (http://www.theoria.ca/theoria mengutip Genealogy of Morality, II, 13)
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sosiologi politik adalah ilmu tentang kekuasaan, pemerintahan, otoritas, komando di dalam semua masyarakat manusia, tidak hanya di dalam masyarakat nasional. Pengertian tersebut pada dasarnya membedakan antara pemerintah dengan yang diperintah. Di dalam suatu kelompok manusia terdapat orang yang memerintah dan orang yang mematuhinya, terdapat mereka yang membuat keputusan dan orang-orang yang menaati keputusan tersebut. Dapat dikatakan bahwa ilmu ini adalah gabungan antara ilmu sosial dan politik yang berfokus pada hubungan antara masyarakat dan pemerintah, dimana pemerintah lebih berperan untuk mengatur masyarakat melalui lembaga kepemerintahannya.

Sosiologi merupakan salah satu bidang ilmu sosial yang mempelajari masyarakat. Sosiologi sebagai ilmu telah memenuhi semua unsur ilmu pengetahuan. Menurut Harry M. Johnson, yang dikutip oleh Soerjono Soekanto, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri-ciri, sebagai berikut.[1]
  • Empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulasi (menduga-duga).
  • Teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan, dan abstraksi tersebut merupakan kerangka dari unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjalankan hubungan sebab akibat sehingga menjadi teori.
  • Komulatif, yaitu disusun atas dasar teori-teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas sehingga memperkuat teori-teori yang lama.
  • Nonetis, yaitu pembahasan suatu masalah tidak mempersoalkan baik atau buruk masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk menjelaskan masalah tersebut secara mendalam.
INTERAKSI SEBAGAI PROSES SOSIAL

Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan antara kelompok dengan kelompok.
Interaksi sosial merupakan proses komunikasi diantara orang-orang untuk saling mempengaruhi perasaan, pikiran dan tindakan.
Interaksi sosial akan berlangsung apabila seorang individu melakukan tindakan dan dari tindakan tersebut menimbulkan reaksi individu yang lain. Interaksi sosial terjadi jika dua orang atau lebih saling berhadapan, bekerja sama, berbicara, berjabat tangan atau bahkan terjadi persaingan dan pertikaian.
Interaksi sosial merupakan hubungan tersusun dalam bentuk tindakan berdasarkan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Dan disinilah dapat kita amati atau rasakan bahwa apabila sesuai dengan norma dan nilai dalam masyarakat, interaksi tersebut akan berlangsung secara baik, begitu pula sebaliknya, manakala interaksi sosial yang dilakukan tidak sesuai dengan norma dan nilai dalam masyarakat, interaksi yang terjadi kurang berlangsung dengan baik.
Faktor-faktor yang mendasari proses terbentuknya interaksi sosial adalah :
1. Imitasi yaitu proses sosial atau tindakan seseorang untuk meniru orang lain, baik sikap penampilan, gaya hidupnya, bahkan apa-apa yang dimilikinya. Imitasi pertama kali muncul di lungkungan keluarga, kemudian lingkungan tetangga dan lingkungan masyarakat.
2. Indentifikasi adalah upaya yang dilakukan oleh seorang individu untuk menjadi sama (identik) dengan individu lain yang ditirunya. Proses identifikasi tidak hanya terjadi melalui serangkain proses peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiwaaan yang sangat mendalam.
3. Sugesti adalah rangsangan, pengaruh, stimulus yang diberikan sesorang individu kepad individu lain sehingga orang yang diberi sugesti menuruti atau melaksanakan tanpa berpikir kritis dan rasional.
4. Motivasi yaitu rangsangan pengaruh, stimulus yang diberikan seorang individu kepada individu lain, sehingga orang yang diberi motivasi menuruti tau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh rasa tanggung jawab . Motivasi biasanya diberikan oleh orang yang memiliki status yang lebih tinggi dan berwibawa, misalnya dari seorang ayah kepada anak, seorang guru kepada siswa.
5. Simpati adalah proses kejiwaan , dimana seorang individu merasa tertarik kepada seseorang atau kelompok orang, karena sikapnya, penampilannya, wibawanya atau perbuatannya yang sedemikian rupa.
6. Empati yaitu mirip dengan simpati, akan tetapi tidak semata-mata perasaan kejiwaan saja. Empati dibarengi dengan perasaan organisme tubuh yang sangat intens/dalam


PROSES SOSIAL disjungtif
DI
STEPHEN Gill'S THE FLAME
Oleh Dr G. Dominikus Savio
Dan
Mrs SJ Kala
"Jika seorang pria tidak membuat kenalan baru saat ia kemajuan melalui hidup, dia akan segera menemukan dirinya sendiri ...."    - Samuel Johnson
Seorang individu membenci negara isolasi. Dia tidak lahir ke dunia ini untuk hidup segregasi. Dari rahim ke kubur dia / dia terus berinteraksi dengan anggota masyarakat lainnya untuk memenuhi / nya kebutuhan. Ini taji seorang individu untuk datang dalam kontak dengan anggota masyarakat lainnya. Masyarakat terdiri dari norma dan status-elemen statis dan itu termasuk interaksi sosial, unsur dinamis juga. Tidak ada individu terhindar dari hubungan sosial, aspek fungsional dari masyarakat.   Mereka terlibat dalam berbagai jenis interaksi disebut proses sosial.
Para "Proses Sosial" istilah mencakup interaksi manusia dan pola perilaku. Menurut Green interaksi sosial
"... Pengaruh timbal balik bahwa individu dan kelompok telah satu sama lain dalam upaya mereka untuk memecahkan masalah dan dalam memperjuangkan mereka terhadap tujuan. Interaksi sosial mengungkapkan hasil konkret dari perilaku berjuang pada peran, status, dan norma-norma moral "(Hijau 57).
Dia juga menjelaskan bahwa "proses sosial hanyalah cara-cara karakteristik di mana interaksi terjadi" (Green57). Interaksi sosial yang mengambil arah tertentu berkembang menjadi suatu proses sosial. Proses sosial yang ditemukan dalam semua masyarakat. Proses interaksi telah diklasifikasikan oleh sosiolog berdasarkan pada hubungan yang ada antara dua individu berinteraksi dan kelompok. "Jadi diklasifikasikan bentuk-bentuk interaksi yang disebut proses sosial" (Biesanz 113).
Integratif atau asosiatif atau penghubung proses sosial dan proses disintegrasi atau disosiatif ocial atau ketidaksinambungan s adalah dua jenis proses sosial yang mereka dapat dibagi ke dalam. "Proses tersebut yang cenderung menciptakan harmoni atau kesatuan dalam masyarakat" yang disebut proses sosial asosiatif atau Integratif atau konjungtiva (Ruhela133). Akomodasi, penyesuaian, asimilasi, integrasi kerjasama dan jatuh dalam kategori ini. Proses sosial disosiatif atau disintegrasi atau disjungtif adalah mereka "yang cenderung untuk menciptakan ketidakharmonisan atau perpecahan dalam masyarakat (Ruhela 134).   Mereka adalah persaingan, konflik, pelanggaran dan pertikaian. Sastra juga cermin proses ini konjungtiva dan berkesinambungan. Seperti banyak karya sastra Gill yang bekerja terlalu bicara dari proses-proses sosial.
Stephen Gill, seorang Sialkot lahir, India - dibesarkan, beberapa - penulis pemenang penghargaan di Kanada telah menulis banyak koleksi puisi, fiksi, kritik sastra, dan buku-buku sejarah alam. Tulisan-tulisannya menyoroti hasrat mendalam untuk perdamaian global dan kepedulian sosial. Nya abadi haus merembes perdamaian melalui salah satu publikasi baru-baru ini, Flame (2008), sebuah puisi panjang tentang kerusakan yang disebabkan oleh mesias maniak.
"Flame adalah tentang perdamaian dan perdamaian adalah area utama eksplorasi saya" (19). Ini puisi panjang hasil dari delapan Gill tahun kerja dibagi menjadi delapan bagian yang lebih lanjut dibagi menjadi enam puluh dua Cantos. Dalam musyawarah Gill sendiri pada puisi, bagian pertama dari The Flame adalah kesalehan. Kedua, ketiga, keempat, kelima adalah tentang kerusakan yang disebabkan oleh mesias maniak. Bagian keenam berhubungan dengan mereka yang bertanggung jawab untuk kehancuran. Kerinduan untuk permukaan hilangnya keluar dari bagian ketujuh dan kedelapan puisi itu. Harapan memerintah di bagian terakhir dari puisi itu.
Sebuah studi dekat puisi, Flame mengekspos fakta bahwa sebagian besar dari puisi itu berkaitan dengan penyebab dan konsekuensi dari proses sosial berkesinambungan. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis proses berkesinambungan, belajar   yang spesifik karakteristik dan menganalisis efek positif dan negatif pada masyarakat.
Flame Gill menyebutkan hubungan sosial didefinisikan banyak dan menentukan proses-proses sosial tertentu. Meskipun proses sosial melibatkan proses kedua penghubung dan ketidaksinambungan belum, puisi itu membawa ke fokus hanya proses disjungtif. Dengan kontak sosial dan komunikasi menjadi kondisi penting dari proses sosial, itu diteliti bahwa kontak sosial yang negatif yang membuka jalan bagi proses sosial tidak membantu yang dominan dalam puisi "Para pengikut kepercayaan fasik" (95) berkomunikasi hanya "kekerasan secara serampangan". (100) di dalam puisi itu.
Sebelum menggali lebih dalam proses sosial sebuah studi dari dua kondisi penting - kontak sosial dan komunikasi - proses sosial menjadi wajib. Apa jenis kontak sosial yang ditekankan dalam puisi itu? Sebelum bahwa apa yang kontak Sosial? Ini adalah sepasang tindakan-tindakan sosial yang tidak memiliki konsekuensi lebih lanjut. Kontak sosial jika bisa disebut kebetulan interaksi sosial . Menurut Wikipedia Encyclopedia Bebas, "tindakan-tindakan sosial mengacu pada tindakan yang memperhitungkan tindakan dan reaksi lainnya individu dan dimodifikasi berdasarkan peristiwa-peristiwa. "
Sebagai kontak sosial dapat disebut interaksi sosial disengaja, di itu Gill Flame kontak sosial yang terjadi adalah karena ledakan dari Pusat Perawatan Hari. Interaksi sosial di antara orang tua korban, para relawan, para pemadam kebakaran, penyelamatan operator lainnya, dokter, perawat dan konselor adalah kontak sosial sejenis.
Ada kontak sosial dari jenis yang berbeda. Rencana dihubungkan oleh para teroris dengan dalang dari ledakan sebelumnya itu, tentu sebuah tipe dari interaksi sosial. Para licik juga merupakan interaksi antara manusia sebagai Max Weber telah menunjukkan itu. Hal ini terjadi dalam sel berjendela.
dalam sel tanpa jendela
Injil anarkis
mereka mempersiapkan teror   (104)
Para teroris dilatih untuk melaksanakan proyek dan mereka cukup dicuci otak untuk melaksanakan tugas. Ini vouches untuk kontak sosial antara mereka. Kontak sosial mengarah ke aksi sosial, ledakan yang pada gilirannya mengarah pada tindakan dan reaksi dari individu lain dalam masyarakat.    Tindakan yang dituduhkan mereka dan reaksi yang dimodifikasi berdasarkan peristiwa-peristiwa.
Sebuah kamp extemporized
di tempat parkir ....
Daerah itu ditutup
landai keluar sebagian besar ditutup ....
Penyidik ​​dan kerabat
mengisi hotel. (81)
Rumah Sakit operasi direncanakan ditunda
dan nonesensial radiologi
prosedur.         (81)
Reaksi dugaan yang dimodifikasi karena aksi sosial diwujudkan dalam baris di atas.
Dengan studi tentang kondisi pertama dari proses sosial, kontak sosial, investigasi kondisi berikutnya - komunikasi - sangat diperlukan. Keterampilan belajar, komunikasi diperoleh oleh orang yang berbeda dengan cara yang bervariasi untuk tujuan yang tak terhitung banyaknya. Dalam Flame Gill-orang yang kita temui secara luas dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis. Pertama, yang menderita, teman-teman mereka, kerabat dan operator penyelamatan secara umum dapat dikelompokkan bersama-sama. Kedua, mereka adalah mesias maniak sumber penderitaan semua. Kedua kelompok orang menggunakan hanya komunikasi lisan dalam puisi itu.
J melihat kelompok pertama orang, mengatakan bahwa mereka secara lisan berkomunikasi dengan satu sama lain hanya dalam kecemasan mereka untuk melacak seseorang hidup atau mati atau untuk membantu satu sama lain dalam beberapa cara atau yang lain.
Seorang wanita
menunjukkan foto kedua anaknya
untuk semua orang tahu
jika mereka telah melihat mereka ....
Lain,
meminta semua
jika mereka telah melihat putrinya.   (77)
Tindakan hebat itu mesias maniak ', meskipun tak terkatakan, tentu melibatkan komunikasi. Mereka di tempat persembunyian rahasia mereka pasti akan ditarik keluar rincian spesifik tentang pelaksanaan yang aman dari perbuatan jahat, diperdebatkan lagi dan lagi tentang kelayakannya. Siapa tahu mungkin telah terlibat bahkan beberapa komunikasi tertulis? Apapun itu mungkin mereka telah secara terbuka dikomunikasikan kebencian terhadap kemanusiaan melalui tindakan kekerasan. Kondisi ini membuka jalan bagi proses-proses sosial.
Dari empat proses sosial - kompetisi, konflik, bertentangan dan pertikaian, yang menciptakan ketidakharmonisan atau perpecahan di masyarakat, konflik berlimpah di The Flame "Konflik adalah upaya sengaja untuk menentang, menolak atau memaksa kehendak lain atau orang lain" (Green58). . Dalam Flame tidak ada situasi perang dingin, bahwa konflik dalam bentuk ancaman tetapi ada penjelasan rinci kekerasan dan dampak nya. Jika begitu, apa jenis konflik itu?
Simmel telah terbilang empat jenis konflik. Mereka adalah perang, perseteruan, litigasi dan konflik ide impersonal. Kekerasan di Flame tidak jelas implikasi dari perang, permusuhan atau litigasi. Juga merupakan suatu letusan konflik ide impersonal yang dilakukan oleh individu bukan untuk dirinya sendiri tetapi untuk ideal. Tak seorang pun di puisi tampaknya berjuang untuk ideal.
... Orang lepra sosial berkeliaran
antara denominasi kejahatan
kurang ajar tentang berhala tanpa henti
untuk menyembah gelembung
diri.   (99)
Ada lagi tipologi konflik yang dapat diklasifikasikan ke dalam konflik perusahaan dan pribadi; laten dan konflik terbuka, konflik kelas, konflik rasial, konflik kasta, konflik kelompok, dan konflik internasional. Gambar-gambar kekerasan verbal dan akibatnya menampilkan di Flame dapat diidentifikasi sebagai konflik perusahaan atau konflik kelompok. Kekerasan dijelaskan tidak berbicara tentang hanya seorang individu atau kelompok menjadi korban, tetapi itu berbicara tentang pembunuhan sejumlah besar orang.
Ketika
avatar dari kebiadaban
merobohkan bersalah berdaya  (48)
Garis "merobohkan bersalah berdaya" membawa keluar citra rumput yang dipotong oleh pemotong rumput dalam upaya untuk mempertahankannya. Gill dengan pilihan tepat kata-katanya membawa keluar predicaments mengerikan dari korban yang tidak bersalah dari bencana tempa oleh mesias maniak.
Para runtuh pintu baja
mengotorkan dengan tetes merah.
Ditekan menjadi lapisan gemetar
dari kue besar
diisi dengan logam, perabotan rusak, ... (49)
Kehancuran seperti itu pasti hasil dari konflik perusahaan atau konflik kelompok. "Konflik terjadi Perusahaan antara kelompok-kelompok dalam masyarakat atau antara dua masyarakat. Kelompok sering mencoba untuk memaksakan kehendak mereka pada kelompok lain ... "(Green59).. Kerusuhan ras, gejolak komunal, penganiayaan agama, tenaga kerja - manajemen, konflik dan perang antara bangsa-bangsa adalah contoh dari sebuah perusahaan atau konflik kelompok.
Meskipun Gill tidak berbicara mencolok tentang penyebab kekerasan yang mengerikan, namun jelas bahwa itu adalah hasil dari terorisme, isu topikal mengganggu semua orang di dunia.
Aku tidak bisa melihat
semak yang terbakar kecantikan Anda
karena teroris telah melonggarkan
mencekik gas ...               (106)
Para teroris dan perilaku gila mereka memodifikasi perilaku orang lain. Tindakan teroris 'yang terjadi di dalam puisi itu merampas setiap individu perdamaian mereka. Mereka tidak lebih "warga perdamaian." (104)
Asap hitam tebal
yang timbul dari meriam
melayang-layang di atas permata terpilih
meninggalkan bau dari bubuk senapan
untuk meracuni langit-langit mulut perdamaian.   (51)
Adegan dari "gangguan memekakkan telinga", "gelombang bencana tertinggi" (52) dan "kekerasan secara serampangan" (100) di The Flame   juga dapat bukti konflik kelompok.   Ini adalah konflik "ditemukan antara dua kelompok lebih dari apapun ...." (Rao 320). Para "avatar kebiadaban" (48), yang "spillers darah"   (89), orang-orang tak berperasaan yang "berurusan dengan iblis",   "Para pembunuh buta dari tidak bersalah" (90), dan "orang kusta sosial" (99), adalah individu yang berada dalam konflik dengan kelompok masyarakat lainnya.
Meskipun tindakan destruktif telah diidentifikasi sebagai akibat dari konflik perusahaan atau kelompok namun fitur konflik secara umum dapat dikaitkan dengan itu. Sesuai dengan gagasan semacam itu, biarkan konflik, proses sosial yang berkesinambungan karakter spesifik tertentu dianalisis. Pertama, konflik adalah universal. Hal ini baru dan unik untuk masyarakat apa-apa. Tidak ada referensi khusus pada suatu lokasi geografis dari Pusat Perawatan Hari dalam puisi memungkinkan Gill untuk memastikan untuk sifat universal konflik. Hari Care Centre yang hancur berkeping-keping dalam puisi tidak dari setiap kota tertentu, bangsa, atau benua.
Anak baik sarapan
atau diputar
dan boks bayi diabaikan jalan.                  (70)
Seandainya penyair bernama Pusat Perawatan Hari    atau jalan yang menghadap para pembaca pasti akan menjauhkan diri dari itu dan bencana yang melanda itu.   Mereka mungkin merasa hanya cara mereka akan memiliki setelah membaca seperti sebuah insiden dari koran. Mereka bahkan dapat bernapas lega dan merasa terganggu bahwa itu telah terjadi di beberapa sudut dunia. Tapi, situasi puisi membuat pembaca apapun dari setiap bagian dari dunia untuk berempati dengan korban dan merasa bagi mereka karena dia akan saat teman atau kerabat sendiri dihadapkan dengan itu.
Kedua, konflik adalah suatu proses sadar. Anggota kelompok merugikan anggota kelompok yang lain secara sadar dan sengaja. Gill, juga cukup yakin bahwa itu adalah proses sadar. Dalam Bagian-enam dari puisi itu dia menembak sebagainya tembakan pertanyaan di pembunuh mengungkapkan kewaspadaan kesadaran mereka sebelum bertindak.
Siapa yang bisa memberitahu
jika mereka menyeka keringat
sebelum unchaining buldoser
gangguan delusi mereka ... (90)
Siapa yang bisa memberitahu
jika malam sebelumnya
mereka mengikat dan membuka ikatan simpul alasan ...       (91)
Apa lagi yang bisa tetap waspada kesadaran seseorang selain alasan? Namun, mereka tidak membayar mengindahkan hal itu.
Ketiga, sosiolog berpendapat bahwa itu adalah emosional. Seluruh proses ini didasarkan pada emosi. Sosiolog menyatakan bahwa tindakan laki-laki dibimbing oleh insting dan bukan oleh logika atau penalaran. Gill juga menjunjung tinggi ide yang sama.
Siapa yang bisa memberitahu
jika tangan tender balita
mencoba mencekik
tenggorokan dari hati nurani mereka       (91)
Frase "gangguan delusi", "mencekik tenggorokan hati nurani mereka", "diikat dan membuka ikatan simpul nalar" yang digunakan oleh Gill dalam puisi itu adalah contoh dari konflik yang emosional. Para teroris adalah murni didorong oleh naluri istilah Gill. Apakah pemikiran logis dan penalaran disertai serangan itu akan dihindari. Tapi, bahkan yang tampaknya kurang. Dalam puisi itu Gill tidak cukup eksplisit tentang apa yang ingin mereka capai karena ia sendiri tidak yakin itu.

Siapa yang bisa memberitahu
apa itu
mereka ingin mencapai
dan silau yang keyakinan
memikat mereka
untuk tango dengan agen pembantaian
di gunung kekosongan. (94)
Keempat, setiap konflik adalah suatu proses pribadi. Penghancuran Pusat Perawatan Hari, oleh teroris tidak memiliki penyebab yang valid tetapi, hal itu mungkin memiliki motif pribadi. Kedatangan bersama dari individu-individu sebagai teroris tentu karena individu, pribadi dan dalam luka tak tersembuhkan nya atau pertimbangan-Nya itu sebagai hobi. Gill sendiri adalah seperti sebuah keyakinan.

... Mereka menjadi mesias maniak
untuk memadamkan api batin.
menghirup bau keganasan
sebagai hobi  (102)
Kelima, konflik adalah intermiten. Penampilan dan penghilangan yang terjadi tiba-tiba. Tidak ada bukti itu menjadi kontinu. Dalam puisi terlalu serangan itu sangat mendadak.
Tiba-tiba
jendela datang telak dalam
dan langit-langit mulai turun.    (70)
Tindakan bencana ditentukan dalam puisi itu begitu tiba-tiba bahwa tidak ada orang mampu mengingat bagaimana hal itu terjadi dan apa yang mengikutinya seperti "nenek" yang merasa bahwa dia telah terbangun dari mimpi buruk.
Untuk neneknya
itu kebangkitan
dari mimpi buruk. (71)
Konflik, suatu sifat sosial yang mendasar, merupakan bagian tak terelakkan dari masyarakat. Simmel berpendapat bahwa konflik-masyarakat bebas adalah kemustahilan. Apapun jenis konflik, memiliki peran khusus untuk bermain di masyarakat.   Ini harus menekankan bahwa ia memiliki kedua peran positif dan negatif untuk melakukan. Efek positif dari konflik pada umumnya banyak. Tapi, hanya salah satu efek yang dapat dikaitkan dengan konflik perusahaan atau kelompok yang diambil untuk penelitian. "Kelompok dalam konflik dengan kelompok lain diperkuat dalam nya merasa 'kita'." (Biesanz 116)
Operasi penyelamatan yang mengikuti kesaksian kehancuran bagi penguatan ikatan antara korban dan empathisers.   Situasi demikian juga membuka cara bagi munculnya pemimpin.
Pemimpin sering berteriak
sekeras yang dia bisa:
"Kami di sini untuk membantu.
panggilan keluar. "
Semua akan menunggu, berdoa
mendengar bisikan atau terisak. (65)
Penggunaan istilah selimut "pemimpin" tidak berkaitan dengan politik, agama atau pemimpin administratif mengungkapkan kesatuan dari kelompok dipimpin oleh satu kepala. "Semua akan menunggu, berdoa" terlepas dari usia, kasta dan keyakinan. Bagaimana mereka bersatu!
Bentuk yang paling kuat dari interaksi sosial, konflik telah sekian efek negatif. Mereka yang relevan untuk mempelajari puisi yang dibahas di sini. Pemikir sosial telah menganalisis bahwa itu adalah cara yang mahal untuk menyelesaikan sengketa. Gill juga pada baris yang sama pemikiran. Dalam puisi kerusakan yang terjadi pada kehidupan orang-orang tak terbayangkan.
Seorang pria menggantung keluar dari jendela
darah dari kepalanya
menetes. (52)
Deskripsi verbal dari pria tergantung dari jendela dan darah menetes dari kepalanya menekankan hideousness dari tindakan keji. Gill gambar rinci tentang insiden mengerikan membuat pembaca mundur ngeri.
Ada sebuah lengan dan kepala
dan kaki wanita
dari lutut ke bawah
sisanya terkubur di bawah reruntuhan.
Tubuh muncul
telah melalui
penggiling daging.
Ada   rongga buka dada
di samping tubuh tanpa kepala. (53)
Secara nyata Gill tubuh setelah melewati penggiling daging, dari "rongga dada terbuka di samping tubuh yang tanpa kepala" dan tentang orang dalam posisi duduk terbelah membongkar setengah jijik insiden menghebohkan, membuat pembaca merasa ngeri dengan sangat memikirkannya.
Di bagian belakang gedung
tubuh merosot
dalam posisi duduk
dan seorang pria terbelah dua. (53)
Mereka melihat bayi
terselubung dalam darah ...         (72)
Sketsa mengerikan dan dahsyat itu korban cukup hati - ripping. Selain ilustrasi orang mati, Gill daftar berbagai kerusakan materialistis juga. Dari meter parkir untuk mobil-mobil kusut setiap objek yang akan telah rusak akibat insiden mengerikan seperti dibahas rumit.
Meter Parkir sewa
pintu-pintu logam memutar-mutar
dan banyak yang berserakan
dengan dibakar, sasis rusak,
fender dan kerudung.
Mobil kusut, membalik
dan masuk ke api.
Beberapa terbalik
dan beberapa tertutup
dengan puing-puing (56)
Tidak ada yang bisa menggantikan kehidupan. Hilangnya nyawa, harta benda dan bahan lainnya memang kolosal. Hal ini menyebabkan gangguan sosial, kekacauan dan kebingungan.
Beberapa orang menghabiskan malam mereka
di kantung tidur
pada tempat tidur bayi atau kursi lipat
tertegun atau berpikir
bagaimana mereka akan mengatasi tanpa saudara
anak, istri
atau ibu. (83)
Kebingungan, marah, takut, dan syok yang akan cukup sadar pegangan menderita dan pikiran menyakitkan yang mungkin kafan orang selama saat-saat seperti yang disorot dalam puisi itu. Hal ini tidak hanya sebab-akibat yang Gill sejarah tetapi ia juga mencatat kerugian psikologis.
Khawatir retribusi
beberapa keluarga tidak berbicara
dan beberapa lebih
bingung, marah atau terkejut ... (84)
Relawan, polisi, remote sensing spesialis, insinyur, peneliti, sersan, tim medis dan pemadam kebakaran terlibat dalam operasi penyelamatan "mengenakan mantel putus asa kebingungan" (79) harus manuver melalui "puing-puing yang mengerikan". (64)
Konflik juga membawa banyak kerusakan psikologis dan moral. Selain kerabat melanda orang mati, operator penyelamatan juga secara psikologis terpengaruh oleh insiden tersebut. Mereka juga mengalami pengalaman traumatis yang sama.
Sambil membawa bayi
Ketika polisi berhenti untuk bernapas
ia melihat ke bawah.
Dia berdiri
pada anak yang sudah meninggal.
Masa kesusahan yang dialami oleh polisi dan penyelamat tak terlukiskan dan tak terbayangkan.
Sebuah penyelamat beku
ketika ia melihat sebuah truk
seperti yang putranya. (73)
Secara umum pemadam kebakaran dianggap sangat kuat setelah semua latihan keras yang mereka lakukan sebelum dan sesudah perekrutan ke layanan mereka. Tapi, di The Flame, bersama dengan relawan mereka juga terguncang oleh kebenaran dingin.
Para pemadam kebakaran menangis
karena mereka mengangkat tubuh bobot
berjuang
untuk mempertahankan ketenangan.         (75)
terkejut relawan
menyaksikan piramida abu
atas buaian -
tulang - perhitungan dingin
yang direndahkan desain dalam hidup. (78)
Seperti pemandangan yang melemahkan semangat mereka, mengajukan pertanyaan bervariasi pada kemalangan hidup. Merasakan dampak psikologis, Gill menekankan kebutuhan untuk konseling pusat pada saat-saat mengejutkan dan mengerikan seperti:
Pusat konseling bermunculan
dengan psikolog
pastoral bantuan
dan psikiater (83)

Sebuah studi tentang proses sosial disjungtif di Flame sangat spesifik konflik, divulges karakteristik konflik perusahaan dalam puisi itu. Hal ini juga terungkap efek positif dan nilai efek negatif dari konflik - yang meledakkan Pusat Day Care.   Terlepas dari satu-satunya efek positif 'kita perasaan' itu layak merenungkan bahwa efek negatif yang cukup luar biasa menyakitkan. Jika diasumsikan bahwa efek positif dari konflik kalah jumlah efek negatif itu, bahkan kemudian tidak ada yang harus terpikat olehnya. Kehidupan manusia adalah tidak ternilai dan tak tergantikan.

Tak harus tempa mengintai kehidupan individu. Jika konflik dalam karya sastra begitu mengaduk berapa banyak akan itu ketika kami datang untuk mengatasi dengan itu dalam kenyataan? Jika tak berdosa yang tak terhitung banyaknya dikenakan seperti pengalaman mengerikan? Jadi, adalah seperti konflik merupakan bagian penting dari masyarakat? Apakah itu diperlukan? Tidak dapat kemajuan masyarakat tanpa itu? Apakah tidak bisa dihindari? Ini tentu harus namun menawan yang mungkin. "Saya percaya bahwa perdamaian adalah anak sah dari cara-cara damai." (21) Hanya kemudian masyarakat yang damai dibangun semata-mata pada cinta dapat menang. Karena semua manusia bercita-cita untuk perdamaian, biarkan dunia yang damai akan didirikan.


READ MORE >>

Sabtu, 29 Oktober 2011

Kasih

semua yang kurasa perih saat kutau hatimu tak hanya untukku
haruskah semua ini kuterima dengan lapang dada
memaafkanmu dan melupakan kesalahanmu begitu saja seperti tak ada apa-apa
dan membiarkan semua berjalan seperti sedia kala
lalu kau anggap apa hatiku ini?
mungkinkah semua yang kurasakan padamu tiada artinya lagi kini bagimu
hingga teganya kau duakan cinta yang tulus kuberikan padamu
mungkin ini pelajaran untukku agar lebih berhati-hati dalam mencintai seseorang
semoga saja Tuhan membuka pintu hatimu untuk sepenuhnya mencinyai aku
seperti yang kurasakan padamu
READ MORE >>

Jumat, 28 Oktober 2011

CIRI-CIRI NEGARA BERKEMBANG / TERBELAKANG


CIRI-CIRI NEGARA BERKEMBANG / TERBELAKANG
Oleh: Hairul Ilhami, SE.,MM


1. Kemiskinan umum
Negara berkembang adalah Negara yang dicekam kemiskinan seperti yang tercermin didalam pendapatan perkapita yang rendah. Pendapatan perkapita yang rendah ini lebih jauh tercermin pula dalam standard kehidupan rakyatnya yang rendah. Dinegara seperti ini makanan merupakan jenis konsumsi utama dan sekitar 75 % dari pendapatan dibelanjakan untuk makanan, dibandingkan dengan Negara maju yang hanya 20 %. Karena tiadanya makanan yang bergizi seperti daging, telur, ikan dan susu, kebanyakan rakyat menggantinya dengan biji-bijian atau tepung.
Rakyat hidup dalam kondisi yang nyaris tidak sehat. Penduduk tidak memiliki air minum bersih, tidak memiliki pembuangan sampah yang memenuhi kesehatan. Kematian anak pada usia muda disebabkan oleh kekurangan gizi, air minum tidak sehat, sanitasi buruk, kebodohan orang tua, dan langkanya imunisasi. Pelayanan seperti pendidikan dan kesehatan sangat minim.

2. Pertanian mata pencaharian utama
Di Negara terbelakang 2/3 atau lebih penduduk tinggal didaerah pedesaan dan mata pencaharian utama adalah pertanian. Mereka yang bekerja dibidang pertanian berjumalah 4 X penduduk petani dinegara maju. Pemusatan yang berlebihan pada pertanian merupakan pertanda kemiskinan. Pertanian sebagai mata pencaharian pokok kebanyakan tidak bersifat produktif, terutama karena ia dilakukan dengan cara kuno dan dengan metodeproduksi usang serta ketinggalan jaman.

3. Ekonomi dualistis
Hamper semua Negara berkembang mempunyai perekonomian yang dualistis. Disatu pihak berekonomi pasar dan dipihak lain berekonomi pertanian. Yang pertama berpusat dan di dekat kota sedang yang lain didaerah pedesaaan yang satu maju dan yang lain kurang maju. Dengan berpusat dikota ekonomi pasar berciri ultra modern sedangkan ekonomi pertanian sangat terbelakang dan berorientasi pada pertanian.

4. Sumber alam kurang terolah
Sumber alam suatu Negara terbelakang disebut kurang terolah dalam arti sumber tersebut tidak atau kurang dimanfaatkan. Suatu Negara mungkin saja kekurangan sumber alam, tetapi tidak dalam arti relatifnya. Mesekipun suatu Negara miskin dalam sumber alam tetapi ada kemungkinan dimasa depan Negara itu akan berubah menjadi pemilik sumber alam yang besar sebagai hasil penemuan sumber yang sekarang belum diketahui atau karena penggunaan sumber yang ada dengan cara baru.

5. Ciri-ciri demografi
Negara terbelakang sangat mengemukakan satu sama lainnya. Karena posisi demografi dan kecenderungannya. Hal mana disebabkan oleh luas, kepadatan, struktur usia dan laju pertumbuhan pnduduk yang beragam.
Namun demikian, ada satu kesamaan ciri, yaitu pertambahan penduduk yang cepat. Berbareng dengan tingkat pendapatan yang rendah dan nihilnyatingkat pemupukan modal, maka kian lengkaplah kesulitan bagi Negara seperti itu menopang pertambahan penduduknya. Dan sekiranya output meningkat sebagai hasil perbaikan tehnologi dan pemupukan modal, peningkatan tersebut akan segera ditelan oleh pertambahan tersebut. Akibatnya, tak ada perbaikan taraf hidup yang berarti.
Hamper semua Negara terbelakang mempunyai potensi pertumbuhan penduduk yang tinggi serta dibarengi oleh tingkat kematian yang cenderung menurun. Di sebagian besar Negara terbelakang, kepadatan penduduk di daerah pertanian begitu tinggi dibandingkan dengan luas tanah yang dapat ditanami. Kelangkaan tanah dalam kaitannya dengan besar penduduk menyebabkan penanaman berlebihan dan penggarapan tanah tanpa sela dengan demikian berarti justru menghambat kemajuan ekonomi.

6. Pengangguran dan pengangguran tersembunyi
Di Negara terbelakang dijumpai pengangguran dan pengangguran tersembunyi dalam jumlah besar. Pengangguran di kota membengkak seiring dengan urbanisasi dan meningkatnya pendidikan. Akan tetapi sector industri tidak berkembang sejalan dengan pertumbuhan tenaga kerja, sehingga memperbesar pengangguran. Disamping itu ada pula penganggur yang berpendidikan. Mereka gagal mendapatkan pekerjaan karena tegarnya struktur dan tiadanya perencanaan tenaga kerja. Dengan tingkat pertumbuhan rata-rata tahunan penduduk kota sebesar 4,5 %, 20 % adalah penganggur.
Adapula jenis pengangguran tersembunyi lainnya dinegara seperti ini umpama apabila seseorang karena menganggur terpaksa melakukan pekerjaan yang menurutnya tidak sesuai dengan keinginannya atau tidak sepadan dengan pendidikannya.
Lebih jauh ada pula yang bekerja sehari penuh tetapi dengan imbalan yang sangat sedikit hanya cukup untuk bangkit dari batas kemiskinan. Mereka adalah pedagang keliling, pedagang kecil, pekerja hotel dan restaurant dan bengkel-bengkel reparasi dikota. Mereka ini juga terhitung penganggur tersebunyi.

7. Keterbelakangan ekonomi
Keterbelakangan ekonomi berupa efisiensi tenaga kerja yang rendah berbagai sector yang tidak mobil, terbatasnya spesialisasi dalam jenis pekerjaan, dan dalam perdagangan, kebodohan serta struktur nilai dan sosial yang memperkecil kemungkinan perubahan ekonomi.
Sebab utama keterbelakangan adalah defisiensi atau produktifitas tenaga buruh yang rendah dibandingkan dengan Negara maju. Efisiensi tenaga buruh yang rendah umumnya berasal dari kemiskinan yang terlihat dari standar gizi yang tidak mencapai kuantum, kesehatan yang buruk, buta huruf, dan tiadanya mobilitas pekerjaan dan pendidikan.

8. Ketiadaan inisiatif dan usaha
Ciri khas lain Negara terbelakang adalah tiadanya kemampuan wiraswasta. Kewiraswastaan terhalang oleh system sosial yang menutup daya cipta. Kekuatan adapt istiadat, ketegaran status dan kecurigaan pada gagasan baru dan kecurigaan pada keinginan intelektual, kesemuanya menciptakan iklim yang tidak menunjuang eksperimen dan inovasi. Pasar yang sempit, ketiadaan modal, ketiadaan milik pribadi, ketiadaan kebebasan berkontrak, ketiadaan hokum dan ketertiban, semuanya merintangi prakarsa dan usaha. Pada kebanyakan Negara terbelakang tidak saja perusahaan swasta tetapi juga perusahaan Negara sulit tumbuh karena mekanisme administrasi tidak bekerja secara efisien.

9. Kelangkaan alat modal
Kelangkaan alat modal merupakan ciri umum lain dari Negara terbelakang. Negara terbelakang diartikan sebagai perekonomian yang miskin modal atau dengan tabungan dan investasi yang rendah bukan saja persediaan modal yang sangat kecil tetapi pemupukan modalnya sangat rendah. Investasi bruto hanya sekitar 5 – 6 % dari pendapatan nasional bruto. Sedangkan dinegara industri adalah kira-kira 15-20%.

10. Keterbelakangan tehnologi
Disamping itu semua Negara terbelakang juga berada pada tingkat tehnologi yang amat tidak efisien. Keterbelakangan tehnologi pertama tercermin pada ongkos produksi rata-rata yang tinggi meski upah buruh rendah; kedua pada tingginya rasio buruh – output dan modal – output pada umumnya factor harga yang konstan mencerminkan produktivitas buruh dan modal yang rendah; ketiga pada besarnya jumlah tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih dan yang terakhir pada besarnya barang-barang modal yang diperlukan untuk menghasilkan suatu output nasional.


11. Orientasi perdagangan luar negeri
Orientasi perdagangan luar negeri terlihat pada ekspor barang-barang primer dan impor barang-barang konsumsi dan mesin. Peranan minyak, barang tambang, logam, dan barang primer lainnya dalam mata dagang ekspor.
Perekonomian hanya terpusat pada produksi barang primer untuk ekspor, akibatnya sector ekonomi lainnya terabaikan. Perekonomian menjadi rentang terhadap fluktuasi harga internasional barang-barang ekspor tersebut. Depresi dunia akan menjatuhkan permintaan dan harga sebagai akibatnya keseluruhan perekonomian akan terkena efek buruk. Karena tergantung pada mata dagang ekspor perekonomian akan menjadi sangat tergantung pada impor. Impor biasanya terdiri dari bahan baker, barang pabrik, mata dagang primer, alat-alat transport dan mesin, dan bahkan makanan.

READ MORE >>

INDIKATOR PEMBANGUNAN EKONOMI


INDIKATOR PEMBANGUNAN EKONOMI
Oleh: Hairul Ilhami, SE.,MM


Indikator-Indikator kunci pembangunan secara garis besar pada dasarnya dapat diklasifikasikan menjadi :
1. Indikator Ekonomi  adalah GNP (GNI) per kapita laju pertumbuhan ekonomi, GDP per kapita dengan purchasing power parity.
Bank dunia (2003) mengklasifikasikan Negara berdasarkan tingkatan GNI per kapitanya sebagai berikut :
a. Negara berpenghasilan rendah (Low-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita kurang atau sama dengan US$ 745 pada tahun 2001.
b. Negara berpenghasilan menengah (Middle-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita lebih dari US$ 745 namun kurang dari US$ 8.626 pada tahun 2001. dalam kelompok Negara berpenghasilan menengah dibagi menjadi :
·         Negara berpenghasilan menengah papan bawah (Lowe-middle-income economies) dengan GNI per kapita antara US$ 746 hingga US$ 2.975.
·         Negara berpenghasilan menengah papan atas (Upper-income economies) dengan GNI per kapita antara US$ 2.976 hingga US$ 9.205
c. Negara berpenghasilan tinggi (High-income economies) adalah kelompok Negara-negara dengan GNI per kapita US$ 9.206 atau lebih pada tahun 2001
d. Dunia (world) meliputi semua Negara di dunia, termasuk Negara-negara yang datanya langka dan dengan penduduk lebih dari 30.000 jiwa.

Namun pada umumnya, Negara sedang berkembang (NSB)memiliki karakteristik yang relative sama yaitu :
a. Tingkat kehidupan rendah dengan ciri penghasilan rendah, ketimpangan distribusi pendapatan tinggi, rendahnya tingkat kesehatan dan pendidikan.
b. Tingkat produktivitasnya rendah
c. Pertumbuhan penduduk dan beban ketergantungannya tinggi
d. Tingkat pengangguran dan setengah mengganggunya tinggi dan cenderung meningkat.
e. Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan ekspor produk primer demikian signifikan.
f. Dominan, tergantung, dan rentan dalam hubungan internasional.

GNP (GNI) Per Kapita dengan Purchasing Power Parity
Perbandingan antar Negara berdasarkan GNP per kapita seringkali menyesatkan. Ini disebabkan adanya pengkonversian penghasilan suatu Negara ke dalam satu mata uang yang sama (Baca : dollar AS) dengan kurs remsi. Kurs nominal ini tidak mencerminkan kemampuan relative daya beli mata uang yang berlainan, sehingga kesalahan sering muncul saat dilakukan perbandingan kinerja antar Negara. Oleh karena itu, purchasing power parity(PPP) dianjurkan sebagai alat pengkonversi GNP dalam mata uang  local ke dolar.
Secara teoritis, bila hokum harga tunggal (the law of one price) berlaku untuk segala jenis barang dan jasa, kurs PPP dapat dijumpai pada sejumlah harga. Dalam khasanah teori PPP dikenal dua versi PPP yaitu : versi absolute dan versi relative.
Gross National Income (GNI) merupakan penjumlahan dari nilai tambah semua hasil produksi nasional ditambah pajak (tidak termasuk subsidi). Sedangkan output dan tambahan penghasilan dari luar negeri tidak dimasukkan dalam penghitungan. GNI per kapita adalah pendapatan nasional bruto dibagi jumlah populasi penduduk.

2. Indikator Sosial adalah HDI (Human Development Index) dan PQLI (Physical Quality Life Index) atau indeks mutu hidup.
a. Indikator Sosial sebagai alternatif indicator pembangunan
GNP per kapita sebagai ukuran tingkat kesejahteraan mempunyai banyak kelemahan. Kelemahan umum yang sering dikemukakan adalah tingkat memasukkan produksi yang tidak melalui pasar seperti dalam perekonomian subsisten, jasa ibu rumah tangga, transaksi barang bekas, kerusakan lingkungan, dan masalah distribusi pendapatan. Akibatnya bermunculan upaya untuk memperbaiki maupun menciptakan indicator lain sebagai pelengkap ataupun alternatif dari indicator kemakmuran yang tradisional.
Daftar indicator kunci pembangunan sosial-ekonomi versi UNRISD
·     Harapan hidup
·     Persentase penduduk di daerah sebanyak 20.000 atau lebih
·     Konsumsi protein hewani per kapita per hari
·     Kombinasi tingkat pendidikan dasar dan menengah
·     Rasio pendidikan luar sekolah
·     Rata-rata jumlah orang per kamar
·     Sirkulasi surat kabar per 1000 penduduk
·     Persentase penduduk usia kerja dengan listrik, gas, air, dsb
·     Produksi pertanian per pekerja pria di sector pertanian
·     Persentase tenaga kerja pria dewasa di pertanian
·     Konsumsi listrik, kw per kapita
·     Konsumsi baja, kg per kapita
·     Konsumsi energi, ekuivalen kg batubara per kapita
·     Persentase sector manufaktur dalam GDP
·     Perdagangan luar negeri per kapita
·     Persentase penerima gaji dan upah terhadap angkatan kerja.
b. Indeks Mutu Hidup (PQLI)
Untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat, Morris D. Morris memperkenalkan Physical Quality Life Index (PQLI), yang lazim diterjemahkan sebagai indeks Mutu Hidup (IMH). PQLI merupakan indeks komposit (gabungan) dari 3 indikator yaitu :
·     Harapan hidup pada usia satu tahun
·     Angka kematian
·     Tingkat melek huruf.
Untuk masing-masing indicator, kinerja ekonomi suatu Negara dinayatakan dalam skala 1 hingga 100, di mana 1 merupakan kinerja terjelek, sedang 100 adalah kinerj terbaik.
c. Human Development Index (HDI)
Seperti halnya PQLI, HDI mencoba merangking semua Negara dalam skala 0 (sebagai tingkatan pembangunan manusia yang terendah) hingga 1 (Pembangunan manusia yang tertinggi) berdasarkan atas 3 tujuan atau produk pembangunan , yaitu :
·     Usia panjang yang diukur dengan tingkat harapan hidup
·     Pengetahuan yang diukur dengan rata-rata tertimbang dari jumlah orang dewasa yang dapat membaca (Diberi bobot dua pertiga) dan rata-rata tahun sekolah (diberi bobot sepertiga)
·     Penghasilan yang dikur dengan pendapatanper kapita riil yang telah disesuaikan, yaitu disesuaikan menurut daya beli mata uang masing-masing Negara dan asumsi menurunnya utilitas marginal penghasilan dengan cepat.

Kisaran antara nilai minimum dan maksimum untuk indicator yang tercakup sebagai komponen HDI adalah (UNSFIRS, 2000) :
·     Harapan hidup kelahiran                                 : 25 – 85 (Standar UNDP)
·     Tingkat melek huruf                                        : 0 – 100 (Standar UNDP)
·     Rata-rata lama sekolah                                    : 0 – 15 (Standar UNDP)
·     Konsumsi per kapita yang disesuaikan           : 300.000 – 732.720

Keterkaitan Antar Indikator
Keterkaitan antara pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi, dan demokrasi yaitu pembangunan manusia berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi baik secara langsung maupun tidak langsung melalui demokrasi. Pengaruh langsung pembangunan manusia terhadap pertumbuhan (hubungan 1) bahwa tingkat melek huruf yang tinggi, tingkat kematian bayi yang rendah, dan tingkat kesenjangan dan kemiskinan yang rendahmemberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat di Asia Timur dan Tenggara
Pengaruh tidak langsung pembangunan manusia terhadap pertumbuhan melalui konsolidasi demokrasi. Tingkat melek huruf yang tinggi, kesehatan yang baik dan kesamaan kesempatan memungkinkan partisipasi masyarakat dalam proses politik dan membantu dalam membangunan consensus atas tujuan pembangunan (hubungan2). Demokrasi yang partisipatif merupakan alat yang efektif bagi pengumpulan suara dan resolusi konflik, dan pada gilirannya meningkatkan stabilitas politk dan sosial. Dengan memberdayakan masyarakat dan inisiatif local maka efisiensi pilihan investasi dan penyediaan jasa meningkat.
READ MORE >>

TEORI UTAMA PEMBANGUNAN


TEORI UTAMA PEMBANGUNAN
Oleh: Hairul Ilhami, SE., MM

1. Teori pertumbuhan linear
a. Teori pertumbuhan adam smith
Adam smith membagi tahapan pertumbuhan ekonomi menjadi 5 tahap yang berurutan, yaitu :
·       Masa perburuan
·       Masa beternak
·       Masa bercocok tanam
·       Masa perdagangan
·       Masa perindustrian
Pandangan-pandangan adam smith
1.    proses pertumbuhan akan terjadi secara simultan dan memiliki hubungan keterkaitan satu dengan yang lain.
2.    Pertumbuhan ekonomi akan mulai mengalami perlambatan jika daya dukung alam tidak mampu lagi mengimbangi aktivitas ekonomi yang ada
3.    Penurunan pertumbuhan ekonomi akan terus terjadi karena mata rantai tabungan, akumulasi modal dan investasi tetap terjalin dan berkaitan erat satu sama lain. Jika investasi rendah, maka kemampuan menabung akan turun, sehingga akumulasi modal akan mengalami penurunan pula. Jika hal tersebut terjadi berarti laju investasi juga akan rendah dan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi. Akhirnya kapitalisme dalam hal ini akan berada pada kondisi stasioner, yaitu pada tingkat pertumbuhan sama dengan nol.

b. Teori Pembangunan Karl marx
Karl marx dalam bukunya Das Kapital membagi evolusi perkembangan masyarakat menjadi tiga yaitu :
·       Feodalisme
Kondisi perekonomian masih bersifat tradisional. Tuan tanah merupakan pelaku ekonomi yang memiliki posisi tawar menawar terttinggi relative terhadap pelaku ekonomi lain. Perkembangan teknologi yang ada menyebabkan terjadinya pergeseran di sector ekonomi, di mana masyarakat yang semula agraris-feodal kemudian mulai beralih menjadi masyarakat industri yang kapitalis.
·       Kapitalisme
Sepeti halnya pada masa feudal, pada masa kapitalisme ini para pengusaha merupakan pihak yang memiliki tingkat posisi tawar menawar tertinggi relative terhadap pihak lain khususnya kaum buruh.
·       Sosialisme
Menurut karl marx kemampuan para pengusaha untuk melakukan akumulasi modal terletak pada kemmapuan mereka dalam memanfaatkan nilai lebih dari produktivitas buruh yang dipekerjakan.  

c. Teori Pertumbuhan Rostow
1) Tahap perekonomian tradisional
Perekonomian pada amasyarakat tradisonal cenderung bersifat subsisten. Pemanfaatan tehnologi dalam system produksi masih sangat terbatas. Dalam perekonomian semacam ini sector pertanian memegang peranan penting.
2)  Prakondisi Tinggal Landas
Tahap kedua dari proses pertumbuhan rostow ini pada dasarnya merupakan proses transisi dari masyarakat agraris menuju masyarakat industri. Sector industri mulai berkembang disamping sector pertanian yang masih memegang peranan penting dalam perekonomian. Tahap kedua ini merupakan tahap yang menentukan bagi persiapan menuju tahap-tahap opembangunan berikutnya yang menentukan, yaitu  tahap tinggal landas.
3) Tinggal landas
Tinggal landas merupakan tahap yang menentukan dalam keseluruhan proses pembangunan bagi kehidupan masyarakat. Tinggal landas didefinisikan sebagai tiga kondisi yang saling berkaitan sebagai berikut :
a) kenaikan lajun investasi produktif antara 5-10% dari pendapatan nasional
b) perkembangan salah satu atau beberapa sector manufaktur penting dengan laju perubahan tinggi.
c) hadirnya secara cepat kerangka politik, sosial dan institusional yang menimbulkan hasrat ekspansi ke sector modern dan dampak eksternalnya akan memberikan daya dorong pada pertumbuhan ekonomi.
4) Tahap Menuju Kedewasaan
Tahap ini ditandai dengan penerapan efektif tehnologi modern terhadap sumber daya yang dimiliki. Tahapan ini merupakan tahapan jangka panjang dimana produksi dilakukan secara swadaya. Tahapan ini juga ditandai dengan munculnya beberapa sector penting yang baru. Pada saat Negara berada pada tahap kedewasaan tehnologi terdapat 3 perubahan penting yang terjadi ;
a. tenaga kerja berubah dari tidak terdidik menjadi terdidik
b. perubahan watak pengusaha dari pekerja keras dan kasar berubah menjadi menager efisien dan halus serta sopan
c. masyarakat jenuh terhadap industrialisasi dan menginginkan perubahan lebih jauh.
5) Tahap Konsumsi Massa Tinggi
Tahap konsumsi masa tinggi merupakan akhir dari tahapan pembangunan yang dikemukakan oleh Rostow. Pada tahap ini akan ditandai dengan migrasi besar-besaran dari masyarakat pusat perkotaan ke pinggiran kota. Akibat pembangunan pusat kota sebagai sental dari tempat bekerja. Terlapas dari permasalah diatas terdapat 3 kekuatan utama yang cenderung meningkatkan kesejahteraan dalam tahap konsumsi besar-besaran ini :
a. Penerapan kebijakan nasioanl guna meningkatkan kekuasaan dan pengaruh melampaui batas-batas nasional
b. ingin memiliki satu Negara kesejahteraan dengan pemerataan pendapatan nasional yang lebih adil melalui pajak progresif, peningkatan jaminan sosial dan fasilitas hiburan bagi pekerja
c. keputusan untuk membangun pusat perdagangan dan sector penting seperti mobil, jaringan rel kereta api, rumah murah, dan berbagai peralatan rumah tangga yang menggunakan listrik dan sebagainya.
2. Teori Perubahan Struktural
a. Teori Pembangunanan Arthur Lewis
Mengawali teorinya lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu Negara pada dasarnya akan terbagi menjadi 2 yaitu :
1) Perekonomian tradisional
2) Perekonomian industri

b.    Teori pembangunan chenery
Chenery kemudian membuat pengelompakan Negara dengan proses perubahan structural yang dialami berdasarkan tingkan pendapatan perkapita penduduknya. Untuk negera dengan tingkat pendapatan perkapita kurang dari $ 600 dikelompokkan ke dalam Negara yang baru melakukan pembangunan atau sering disebut Negara sedang berkembang. Sementara itu Negara dengan pendapatan perkapita antara $ 600 hingga $ 3.000 digolongkan sebagai Negara dalam frase transisi pembangunan. Penggolongan ini didasarkan pada harga yang terjadi pada tahun 1976.

3. Teori Dependensia (paul baran)
Asumsi dasar teori ini adalah pembagian perekonomian dunia menjadi 2 golongan yang pertama adalah perekonomian Negara-negara maju dan kedua adalah perekonomian Negara-negara sedang berkembang.
 Teori dependensia berusaha menjelaskan penyebab keterbelakangan ekonomi yang dialami oleh Negara-negara sedang berkembang. Asumsi dasar teori ini adalah pembagian perekonomian dunia menjadi 2 golongan yang pertama adalah perekonomian Negara-negara maju dan kedua adalah perekonomian Negara-negara sedang berkembang.

4. Teori Kaum Neo Klasik Penentang Revolusi
Decade 1980 an menandai munculnya teori pembangunan neo klasik yang menjawab sanggahan dari teori dependensia. Teori dependensia yang cenderung menggunakan pendekatan yang bersifat revolusioner sebagai salah satu pemecahan eksploitasi Negara pusat terhadap periver mendapat sanggahan oleh teori ini. Teori pembangunan neo klasik yang anti terhadap pendekatan revolusioner sering disebut sebagai teori penawaran (supply side teori) teori ini merekomendasikan swastanisasi BUMN  meningkatkan peran perencanaan dan penetapan regulasi ekonomi yang menciptakan iklim kondusif bagi peningkatan peran pihak swasta dalam pembangunan.
Argument sentral yang dikemukakan oleh ekonomi penganut teori ini terhadap serangan ekonom dependensia adalah bahwa keterbelakangan tidaklah disebabkan oleh eksploitasi Negara pusat terhadap perivery dengan kata lain mereka menyatakan bahwa keterbelakangn bukan disebabkan oleh pengaruh ekstern tetapi lebih pada pengaruh intern dalam Negara terbelakang tersebut. Besarnya derajat campur tangan pemerintah dalam aktivitas ekonomi, merebaknya korupsi, dan kurang intensif ekonomi, serta kesalahan dalam mengalokasikan sumber daya, merupakan sumber utama keterbelakangan itu.

5.  Teori-teori baru
Dalam perkembangan literature terakhir beberapa ahli mengklaim setidaknya ada 3 teori baru yang muncul.
a.     Teori pertumbuhan baru
Teori pertumbuhan baru yang pada dasarnya merupakan teori pertumbuhan endogen, memberikan kerangka teoritis untuk menganalisis pertumbuhan endogen karena menganggap pertumbuhan GNP lebih ditentukan oleh system proses produksi dan bukan berasal dari luar system. Berbeda dengan teori tradisional neo klasik yang menganggap pertumbuhan GNP sebagai akibat dari keseimbangan jangka panjang. Motivasi dasar teori NGT adalah menjelaskan perbedaan tingkat pertumbuhan antar Negara dan proporsi yang lebih besar dari pertumbuhan yang diamati. Lebih jelasnya para teoritisi pertumbuhan endogen mencoba untuk menjelaskan factor-faktor yang menentukan ukuran dan tingkat pertumbuhan GDP yang belum dijelaskan dan dianggap ditentukan secara eksogen oleh persamaan pertumbuhan neo klasik versi solo.
Perbedaan utama antara model pertumbuhan endogen dengan model neo klasik adalah mengasumsikan bahwa investasi pemerintah dan swasta dalam human capital menghasilkan penghematan eksternal dan peningkatan produktivitas yang menolak kecenderungan deminising return. Teori pertumbuhan endogen mencoba menjelaskan adanya skala hasil yang meningkat dan pola pertumbuhan jangka panjang antar Negara.
b.    Tori geografi ekonomi baru
Dalam hasanah studi empiris, agenda penelitian semakin bergairah dengan kemunculan NEG. Pelopor neg percaya bahwaktiga hal ini jauh lebih penting daripada hasil skala yang konstan, persaingan sempurna dan keunggulan komperatif dalam menjelaskan perdagangan dan ketimpangan distribusi kegiatan ekonomi. Setidaknya ada 3 alasan mengapa para pakar ekonomi mulai menaruh perhatian pada geografi ekonomi dan memasukkan demensi ruang. Sebagaiman diidentifikasi oleh krugman. Pertama lokasi kegiatan ekonomi dalam suatu Negara merupakan topic yang penting dengan sendirinya, kedua garis antara ilmu ekonomi internasional dengan ilmu ekonomi regional menjadi semakin kabur. Namun alas an yang paling penting untuk melihat kembali geografi ekonomi adalah laboratorium intelektual dan empiris yang disediakannya.
c.     Teori perdagangan baru
NTT menawarkan perspektif yang berbeda dengan yang diatwarkan NEG dan neo klasik. NTT percaya bahwa sifat dasar dan karakter transaksi  internsaional telah sangat berubah dewasa ini dimana aliran barang, jasa, dan asset yang menembus batas wilayah antar Negara tidak begitu dipahami oleh teori-teori perdagangan internasional. Krtik utama NTT terhadap teori perdagangan yang lama terfokus pada asumsi persaingan sempurna dan pendapatan konstan, menghabiskan waktu terlalu banyak data dan teori daripada berbagai isu yang mempengaruhi ilmu ekonomi dan gagal dalam menelusuri sebab-sebab proteksionisme (Dot Welld 1994)
READ MORE >>

Pengertian Ekonomi Pembangunan dan Pembangunan Ekonomi

PENGERTIAN EKONOMI PEMBANGUNAN DAN

PEMBANGUNAN EKONOMI


Ekonomi  pembangunan: ilmu yang mengajari tentang pembangunan di bidang ekonomi.
Definisi Pembangunan Ekonomi :
Suatu proses di mana pendapatan per kapita suatu Negara meningkat selama kurun waktu yang panjang, dengan catatan bahwa jumlah penduduk yang hidup di bawah “garis kemiskinan absolute” tidak meningkat dan distribusi pendapatan tidak semakin timpang.

Yang dimaksud  dengan proses adalah berlangsungnya kekuatan-kekuatan tertentu yang saling berkaitan dan mempengaruhi. Dengan kata lain, pembangunan ekonomi lebih dari sekedar pertumbuhan ekonomi. Proses pembangunan menghendaki adanya pertumbuhan ekonomi yang diikuti dengan perubahan dalam :
1.      Perubahan struktur ekonomi : dari pertanian ke industri atau jasa
2.      Perubahan kelembagaan, baik lewat regulasi maupun reformasi kelembagaan itu sendiri.
ADA 3 KATA KUNCI DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI :
1. Suatu proses, yang terjadi secara terus-menerus (Berkesinambungan)
2. Adanya usaha untuk meningkatkan pendapatan per kapita riil
3. Kenaikan per kapita riil yang berjalan dalam jangka panjang


Namun secara implicit dari pengertian diatas terkandung 2 konsep yaitu pertumbuhan dan pembangunan yang satu dengan yang lainnya berbeda tapi saling terkait.
Perbedaannya adalah : jika pertumbuhan menunjukkan peningkatan output dalam pembangunan mencakup peningkatan output yang terkait dengan perubahan tatanan teknis dan institusional.

Perbedaan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi
1.      Lebih bersifat kuantitas yaitu meningkatnya output secara efisien.
2.      Tidak mempersoalkan bertambahnya jumlah penduduk (Populasi) apakah lebih besar ataukah lebih kecil dibandingkan dengan bertambahnya output (GNP)
3.      Penekananya dari aspek produksi/pendapatan nasional dalam jangka panjang.
4.      proses naiknya output per kapita dalam jangka panjang
5.      Pertumbuhan merupakan salah satu kondisi yang menjadi sasaran pembangunan
6.      Pertumbuhan ekonomi ditentukan oleh pendapatan nasional.
7.      Terjadinya pertumbuhan ekonomi belum tentu terjadi proses pembangunan

Pembangunan ekonomi
1.      Tidak hanya bersifat kuantitatif tapi juga memperhatikan perubahan structural dan lebih bersifat kualitatif (perubahan cara-cara produksi, mutu alat yang digunakan, sikap mental, kelembagaan menuju kesejahteraan yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat).
2.      Menunjukkan kenaikan output yang lebih besar dari pada pertambahan penduduk (Populasi)
3.      Tidak hanya pada aspek produksi tapi juga pada aspek pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan, keterbelakangan dan kebodohan.
4.      Proses perubahan secara terus menerus dalam upaya menciptakan struktur sosial ekonomi yang lebih baik.
5.      Pembangunan ekonomi merupakan suatu alat / sarana untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi
6.      Pembangunan ekonomi ditentukan oleh banyak factor-faktor lainnya termasuk pertumbuhan
7.      Pembangunan selalu dibarengi dengan proses pertumbuhan

Kriteria / Indikator Keberhasilan Pembangunan
Pembangunan ekonomi suatu Negara banyak ragamnya dan tidak hanya dapat dilihat dari satu aspek ekonomi saja misalnya : Pendapatan nasional, kesempatan kerja, distribusi pendapatan nasional, pembayaran internasional, tingkat harga, perekonomian yang stabil tetapi juga berhubungan dengan aspek sosial misalnya lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, transportasi, prestasi olah raga dan sebagainya.

Faktor-Faktor yang menjadi hambatan pembangunan ekonomi
1.      bertambahnya jumlah penduduk yang besar
2.      kurangnya modal dan tenaga ahli. Hal ini menyebabkan sumber daya alam belum diolah, produktifitas rendah à pendapatan riil masyarakat rendah à tingkat pengeluaran konsumsi rendah à investasi rendah à pendidikan juga rendah sehingga terjadi istilah lingkaran setan yang tak berujung pangkal.
3.      kurang kesempatan kerja yang ditandai dengan banyaknya tingkat pengangguran
4.      sebagian penduduk bekerja disektor pertanian dengan tehnologi yang tradisional

Dampak positif pembangunan ekonomi
1.      Menambah sarana bagi penyediaan kebutuhan masyarakat
2.      Mengurangi gep perbedaan antara Negara-negara maju dengan Negara-negara berkembang
3.      Mengurangi kemiskinan, kebodohan yang menghambat kesejahteraan masyarakat
4.      Dapat mengatasi laju perkembangan penduduk melalui keluarga berencana (KB) yang akhirnya dapat mengatasi sedikit masalah kesempatan kerja
5.      Meningkatkan kemakmuran dalam arti kekayaan yang dimiliki
6.      Memberikan kesempatan berpolitik dan berbudaya dan berkreasi sehingga dapat memberikan rasa senang pada masyarakat.
7.      Memungkinkan terjadi perubahan-perubahan menuju kearah yang lebih baik

Dampak Negatif Pembangunan ekonomi
1.      Mendorong orang bersifat konsumtif / individualistis.
2.      Berkurangnya sifat gotong royong dalam masyarakat
3.      Dapat merenggangkan hubungan kekeluargaan yang merupakan akar budaya
4.      Adanya pencemaran lingkungan hidup
READ MORE >>